Topics
1. Herpes zoster meningkatkan risiko nyeri saraf jangka panjang.
Neuralgia postherpetik adalah kondisi di mana nyeri saraf tetap ada bahkan setelah ruam herpes zoster sembuh; ini adalah salah satu efek kronis utama dari herpes zoster. Rasa sakit ini dapat menyebabkan nyeri jangka panjang yang cukup signifikan, mengganggu kualitas hidup seseorang, dan dalam kasus yang lebih parah, individu dapat mengalami nyeri yang berlangsung selama bertahun-tahun. Neuralgia pascaherpes biasanya terjadi pada orang lanjut usia, tetapi juga dapat memengaruhi individu yang lebih muda jika kondisi herpes zoster mereka tidak diobati dengan benar.2. Ruam herpes zoster dapat meningkatkan risiko infeksi kulit sekunder.
Ruam herpes zoster dapat menyebabkan lepuh dan luka gatal, dan setelah digaruk, risiko infeksi kulit sekunder dapat terjadi karena paparan tersebut. Infeksi sekunder seperti selulitis atau impetigo mungkin memerlukan pengobatan antibiotik dan perawatan luka yang cermat. Perawatan kulit yang baik dan penggunaan krim antiseptik dapat membantu mencegah infeksi sekunder. Para dokter spesialis kulit di Pantai Hospitals memberikan saran dan pengobatan yang bermanfaat untuk mengurangi risiko infeksi kulit bagi penderita herpes zoster.3. Herpes zoster di area mata dapat menyebabkan komplikasi penglihatan.
Ketika herpes zoster muncul di wajah, khususnya di sekitar mata, hal itu dapat menyebabkan komplikasi serius seperti peradangan saraf optik dan infeksi kornea. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan kabur, jaringan parut pada kornea, atau dalam kasus yang lebih parah, risiko kehilangan penglihatan secara permanen.4. Risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami herpes zoster memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke, khususnya pada tahun-tahun awal setelah infeksi herpes zoster. Hal ini disebabkan oleh peradangan pembuluh darah yang dipicu oleh virus varicella-zoster, yang dapat merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko pembentukan plak aterosklerotik. Risiko penyakit kardiovaskular dapat menjadi faktor yang mengancam kesehatan jangka panjang pasien muda dan mereka yang menderita herpes zoster.5. Herpes zoster dapat menyebabkan masalah pendengaran dan keseimbangan.
Dalam kasus tertentu, herpes zoster dapat menyerang saraf yang mengontrol pendengaran dan keseimbangan, menyebabkan komplikasi kesehatan seperti vertigo, tinnitus, atau gangguan pendengaran. Kondisi ini disebut sindrom Ramsay Hunt, yang terjadi ketika herpes zoster menyerang saraf di wajah dan telinga. Penderita sindrom ini mungkin mengalami masalah keseimbangan dan kesulitan mendengar, yang dapat mengganggu kualitas hidup dan kemampuan untuk bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari. Di Pantai Hospitals, perawatan neurologis dan fisioterapi tersedia untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah ini, dan membantu mereka memulihkan keseimbangan dan pendengaran mereka.6. Herpes zoster memengaruhi sistem saraf dan fungsi kognitif.
Virus varicella-zoster yang menyebabkan herpes zoster berpotensi menginfeksi sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak, atau ensefalitis. Komplikasi ini bisa parah dan menyebabkan gangguan kognitif, seperti kehilangan ingatan, kebingungan, atau kejang, meskipun hal ini jarang terjadi. Risiko ensefalitis lebih tinggi pada orang dengan imunitas rendah, seperti pasien kanker atau mereka yang menjalani pengobatan imunosupresif. Para ahli neurologi di Pantai Hospitals memiliki keahlian tinggi dalam menangani komplikasi neurologis akibat herpes zoster, dan memberikan perawatan lebih lanjut bagi pasien yang terkena dampaknya.Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang Herpes Zoster
1. Bisakah herpes zoster kambuh setelah sembuh?
Ya, meskipun jarang terjadi, herpes zoster dapat kambuh kembali, terutama jika daya tahan tubuh rendah.
2. Bagaimana cara mengurangi risiko terkena herpes zoster?
Vaksinasi terhadap herpes zoster dapat membantu mencegah penyakit cacar air, khususnya bagi individu yang berusia di atas 50 tahun.
3. Apa saja gejala awal yang menandakan kemungkinan terkena herpes zoster?
Tanda-tanda awal meliputi sensasi terbakar atau nyeri di salah satu sisi tubuh sebelum ruam muncul.
4. Apakah herpes zoster menular ke orang lain?
Herpes zoster tidak menular, tetapi virus varicella-zoster dalam lepuhan dapat menyebabkan cacar air pada individu yang tidak terinfeksi virus tersebut, atau belum divaksinasi.
Buat Janji Temu di Pantai Hospitals
Herpes zoster, atau cacar air, dapat berdampak serius pada kesehatan, menyebabkan gejala seperti nyeri saraf kronis, masalah penglihatan, gangguan pendengaran, dan komplikasi kardiovaskular. Jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami gejala herpes zoster, segera cari pertolongan medis untuk mencegah efek jangka panjang. Diagnosis dini dan pengobatan dengan antivirus dapat mengurangi risiko komplikasi yang lebih parah.
Jika Anda khawatir tentang herpes zoster atau membutuhkan panduan tentang cara mengelola gejala Anda, silakan hubungi Rumah Sakit Pantai terdekat dengan membuat janji temu melalui situs web kami, atau unduh aplikasi MyHealth360 kami dari Google Play Store atau Apple App Store.
Pantai Hospitals telah memperoleh akreditasi dari Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan.

