Is Shinges Contagious Is Shinges Contagious
Asuhan Pencegahan
Penyakit Menular

Apakah Shingles Menular?

06 Oktober 2025 · 5 mins read

Topics







Pelajari tentang shingles, termasuk penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan, dan opsi pengobatannya. Ketahui cara melindungi diri serta mengelola penyakit yang diakibatkan virus ini.

Shingles, yang secara medis dikenal sebagai herpes zoster, adalah infeksi virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster—virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Individu yang pernah mengalami cacar air berisiko mengalami shingles, karena virus tersebut tetap berada dalam keadaan laten (tidak aktif) di dalam tubuh. Ketika virus ini aktif kembali, dapat timbul ruam yang nyeri disertai lepuhan, biasanya muncul di satu sisi tubuh.

Artikel ini membahas penyebab, gejala, faktor risiko, dan komplikasi shingles. Selain itu, juga dijelaskan strategi pencegahan serta pilihan pengobatan. Jika Anda mencurigai mengalami shingles atau telah terpapar kondisi ini, segera cari pertolongan medis di Pantai Hospitals untuk mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan.

Apa Saja Faktor Risiko Shingles?

Sistem Imun yang Melemah

Sistem kekebalan tubuh yang terganggu meningkatkan kerentanan terhadap shingles. Hal ini terutama terjadi pada individu dengan penyakit kronis seperti kanker, HIV, atau yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi.

Bertambahnya Usia

Risiko shingles meningkat seiring bertambahnya usia. Individu berusia di atas 50 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini, dengan peningkatan keparahan dan risiko yang signifikan pada usia di atas 60 tahun akibat penurunan fungsi sistem imun.

Apa Saja Gejala Shingles?

Gejala Awal: Sensasi Terbakar, Nyeri Menjalar, Kesemutan, atau Gatal

Gejala awal meliputi sensasi tidak biasa pada kulit, seperti rasa terbakar, kesemutan, atau nyeri menjalar pada area yang nantinya akan muncul ruam. Sensasi ini dapat menyerupai rasa gatal yang menetap atau iritasi, sehingga kulit menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan.

Rasa Nyeri pada Satu Sisi Tubuh atau Wajah

Shingles biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh karena virus aktif kembali sepanjang jalur saraf tertentu. Nyeri yang terlokalisasi pada satu sisi ini merupakan ciri khas yang membedakan shingles dari kondisi lain.

Ruam dan Lepuhan

Beberapa hari setelah gejala awal, akan muncul ruam. Ruam ini dimulai sebagai bercak merah yang berkembang menjadi kelompok lepuhan berisi cairan. Lepuhan biasanya muncul dalam pola seperti pita pada satu sisi tubuh atau wajah. Lepuhan tersebut kemudian pecah, mengering, dan sembuh dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Ruam Terlokalisasi

Ruam umumnya melingkari satu sisi tubuh dalam pola menyerupai pita atau muncul di area wajah, terutama di sekitar mata, telinga, atau mulut. Shingles pada wajah dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan penglihatan atau pendengaran jika tidak ditangani.

Ruam yang Menyebar (Jarang Terjadi)

Dalam kasus yang jarang terjadi, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah, ruam dapat menyebar ke area tubuh yang lebih luas dan menyerupai cacar air berat. Dalam kasus seperti ini, tindakan medis segera diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Gejala Sistemik: Demam, Menggigil, dan Sakit Kepala

Shingles juga dapat disertai gejala sistemik seperti demam ringan hingga sedang, menggigil, dan sakit kepala, yang biasanya muncul sebelum ruam berkembang. Gejala-gejala ini mencerminkan respons sistem imun terhadap reaktivasi virus.

Apakah Shingles Menular?

Shingles sendiri tidak menular. Kondisi ini terjadi akibat reaktivasi virus varicella-zoster yang sudah ada dalam tubuh seseorang yang sebelumnya pernah mengalami cacar air. Faktor seperti stres, penuaan, atau sistem imun yang melemah dapat memicu reaktivasi ini.

Namun, cairan dari lepuhan shingles mengandung virus dan dapat menularkan cacar air kepada individu yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin. Untuk meminimalkan risiko ini, tutupi area ruam dan hindari kontak langsung dengan orang lain hingga lepuhan sembuh.

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobati Shingles?

Pencegahan

Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah shingles. Vaksin shingles direkomendasikan bagi individu berusia 50 tahun ke atas, karena dapat mengurangi risiko penyakit ini serta neuralgia pascaherpetik hingga 90%.

Pengobatan

Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan shingles sepenuhnya, obat antivirus dapat secara signifikan mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala jika diberikan dalam 72 jam sejak gejala muncul. Obat pereda nyeri juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah shingles dapat menyebabkan komplikasi serius?

Ya, komplikasi seperti neuralgia pascaherpetik (nyeri kronis setelah ruam sembuh) dapat terjadi. Jika ruam mengenai area mata, dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

2. Apakah shingles meninggalkan bekas luka?

Menggaruk atau terjadinya infeksi pada ruam dapat menyebabkan jaringan parut. Sangat penting untuk menjaga kebersihan area yang terkena dan hindari menggaruknya.

3. Apa langkah terbaik untuk mencegah infeksi?

Vaksinasi serta menjaga kebersihan diri merupakan langkah paling efektif untuk pencegahan.

Buat Janji Temu di Pantai Hospitals

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai shingles atau mengalami gejala, segera hubungi kami untuk mendapatkan penanganan medis. Kunjungi situs web kami untuk membuat janji temu atau unduh aplikasi MyHealth360 dari Google Play Store atau Apple App Store.

Pantai Hospitals telah memperoleh akreditasi dari Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan.

Artikel yang Disarankan

Click to know more!
aad blue heart