Herpes zoster, yang lebih dikenal sebagai shingles, adalah kondisi kulit yang menimbulkan rasa nyeri dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama yang menyebabkan cacar air (chickenpox). Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, tetapi tetap berada dalam keadaan dorman (tidak aktif) di dalam sistem saraf. Pada tahap kehidupan selanjutnya—terutama ketika sistem kekebalan tubuh melemah—virus ini dapat kembali aktif dan menyebabkan shingles.
Shingles biasanya muncul sebagai ruam kulit yang terasa nyeri, namun dampaknya dapat berlangsung lebih lama dari sekadar ruam. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah neuralgia pascaherpes (postherpetic neuralgia), yaitu kondisi ketika nyeri saraf tetap berlangsung lama bahkan setelah ruam sembuh.
Di Pantai Hospitals, kami berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko shingles beserta komplikasinya adalah melalui vaksinasi.
Meskipun siapa pun yang pernah mengalami cacar air berisiko terkena shingles, beberapa kelompok memiliki kemungkinan yang lebih tinggi. Memahami faktor risiko berikut dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Faktor Risiko | Penjelasan |
Usia Lanjut | Individu berusia 50 tahun ke atas lebih rentan karena proses penuaan dapat melemahkan respons sistem kekebalan tubuh. |
Masalah Kesehatan Kronis | Kondisi seperti diabetes, HIV, dan kanker, atau menjalani kemoterapi, dapat menekan sistem kekebalan tubuh. |
Stres berkepanjangan | Stres fisik maupun emosional dapat menurunkan fungsi sistem imun sehingga meningkatkan risiko virus kembali aktif. |
Vaksinasi terhadap shingles sangat dianjurkan oleh tenaga kesehatan, terutama bagi individu yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi. Tindakan pencegahan ini memberikan berbagai manfaat.
Vaksin membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan virus varicella-zoster, sehingga dapat mencegah virus tersebut aktif kembali.
Bahkan jika shingles terjadi setelah vaksinasi, gejalanya cenderung lebih ringan. Risiko komplikasi—terutama nyeri saraf yang menetap—berkurang secara signifikan.
Data terbaru menunjukkan bahwa vaksin shingles dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini lebih dari 50%. Di Malaysia, meningkatnya kesadaran masyarakat telah mendorong peningkatan yang stabil jumlah orang yang menerima vaksin ini.
Vaksin herpes zoster memberikan perlindungan jangka panjang, meskipun efektivitasnya dapat menurun secara bertahap seiring waktu. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kemungkinan pemberian dosis penguat (booster). Di Pantai Hospitals, vaksin ini direkomendasikan bagi individu berusia 50 tahun ke atas, serta bagi mereka yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala awal biasanya berupa kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada satu sisi tubuh. Setelah itu muncul ruam kemerahan yang kemudian berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.
Ya. Virus penyebab cacar air tetap berada di dalam tubuh dan dapat aktif kembali sebagai shingles. Vaksin membantu mencegah reaktivasi virus tersebut.
Tentu saja. Vaksin ini terutama dianjurkan bagi individu sehat yang berusia di atas 50 tahun. Namun, mereka yang memiliki kondisi medis serius sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Beberapa efek samping ringan dapat terjadi, seperti kemerahan, pembengkakan, atau nyeri di lokasi suntikan. Efek ini biasanya hilang dalam beberapa hari.
Perlindungan bersifat jangka panjang, tetapi dapat berkurang seiring waktu. Diskusikan dengan tenaga kesehatan apakah vaksin booster diperlukan.
Jika Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki kondisi medis yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin shingles. Vaksin herpes zoster merupakan cara pencegahan yang efektif dan dapat secara signifikan mengurangi risiko serta tingkat keparahan infeksi.
Pantai Hospitals menyediakan layanan vaksinasi shingles serta berbagai layanan kesehatan preventif lainnya. Anda dapat membuat janji temu secara online, menghubungi tim layanan pelanggan kami, atau mengunduh aplikasi MyHealth360 yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.
Centres for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Shingles (Herpes Zoster). Retrieved fromhttps://www.cdc.gov/shingles
Schmidt, S. A. J., Sørensen, H. T., Langan, S. M., & Vestergaard, M. (2021). Perceived psychological stress and risk of herpes zoster: a nationwide population‐based cohort study. British Journal of Dermatology. https://doi.org/10.1111/bjd.19832
Shingles. (2021). National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/shingles/shingles