Layanan Kecelakaan & Gawat Darurat24/7
SpesialisOn Call
Layanan Ambulans GRATIS* * tersedia di rumah sakit tertentu
CT Scan Canggih &Ruang Operasi

Kecelakaan & Gawat Darurat (A&E)

Kecelakaan & Gawat Darurat (A&E) di Rumah Sakit Pantai tersedia 24/7 setiap hari, memastikan perawatan medis ahli selalu dapat dijangkau kapan saja dibutuhkan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami keadaan darurat, panggil ambulans atau langsung menuju ke salah satu A&E terdekat kami untuk perhatian medis segera. Ingat, setiap detik sangat berarti dalam situasi darurat.

Tim dokter gawat darurat, dokter, perawat, dan staf pendukung yang terampil siap memberikan perawatan dan dukungan segera. Begitu Anda tiba di A&E, tenaga medis berpengalaman akan segera menilai kondisi Anda, merujuk secara tepat, dan memulai pengobatan sesuai dengan kebutuhan klinis Anda.

Kesehatan dan keselamatan Anda adalah komitmen kami yang tak tergoyahkan.


Pilih Rumah Sakit Pantai terdekat di Malaysia untuk Layanan A&E dan Ambulans.

Kapan harus mengunjungi A&E?

Kami menangani keadaan darurat yang luas di A&E kami, termasuk:

  • Kegawatdaruratan medis (contoh: stroke, serangan jantung, sepsis, hipoglikemia)
  • Kegawatdaruratan bedah (contoh: nyeri perut akut)
  • Cedera ortopedi atau olahraga
  • Trauma
  • Kegawatdaruratan pediatri
  • Kegawatdaruratan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) akut
  • Kegawatdaruratan mata
  • Kegawatdaruratan lainnya
Triase & Waktu Tunggu

Sistem triase memainkan peranan penting dalam mengutamakan pasien berdasarkan tingkat keparahan presentasi klinis mereka.

Setelah tiba di departemen gawat darurat, perawat triase akan menilai kondisi Anda dan mengkategorikan berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda. Penilaian ini memastikan bahwa mereka dengan kebutuhan medis yang kritis atau mendesak menerima perhatian dan perawatan segera, memungkinkan kami untuk memberikan pengobatan yang tepat waktu dan sesuai kepada semua pasien.

Di Rumah Sakit Pantai, kami mengikuti sistem triase dengan 5 tingkatan, yaitu:

ZONA MERAH

Kritis
(Dilihat segera, 0-5 menit)

Contoh
  • Gagal jantung
  • Kesulitan pernapasan parah
  • Luka bakar yang luas
  • Pasien trauma yang tidak responsif
  • Hampir tenggelam
  • Hipotensi dengan tanda-tanda syok
ZONA KUNING

Semi-kritis / risiko tinggi
(Dilihat dalam 15 menit)

Contoh
  • Nyeri perut akut
  • Fraktur terbuka pada anggota tubuh atas (lengan dan tangan)
  • Tingkat kesadaran yang berubah tetapi tidak koma
  • Cedera tulang belakang
  • Demam >40oC
ZONA HIJAU

Tidak Kritis

Sub-kategori G1
(Dilihat dalam 30 menit)

Contoh
  • Asma Ringan
  • Diare dan/atau muntah dengan dehidrasi
  • Nyeri perut ringan

Sub-kategori G2
(Dilihat dalam 60 menit)

Contoh
  • Reaksi alergi ringan
  • Luka bakar ringan
  • Kondisi infeksi mata akut
  • Demam >38oC untuk orang dewasa

Sub-kategori G3
(Dilihat dalam 90 menit)

Contoh
  • Sakit tenggorokan tanpa gejala pernapasan
  • Infeksi saluran pernapasan atas sederhana pada orang dewasa
  • Penggantian perban dan membuka jahitan luka
  • Tertusuk paku

Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi waktu tunggu bagi semua pasien kami.

Jika Anda mengalami penundaan, perawat kami selalu siap membantu Anda dan memastikan kondisi Anda terus dipantau.

Menuju A&E (sendirian atau didampingi)
  • Jika memungkinkan, mintalah seseorang untuk mengantar atau mendampingi Anda.
  • Bawalah ponsel seluler agar Anda dapat menelepon bantuan jika situasi memburuk atau jika Anda memerlukan bantuan saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
  • Bawalah dokumen penting dan relevan seperti kartu identitas dan kartu asuransi kesehatan.
  • Bawalah obat-obatan yang biasa Anda atau pasien konsumsi secara teratur.
  • Saat Anda tiba di A&E, pastikan untuk memberikan informasi terperinci dan akurat tentang gejala, riwayat medis, dan alasan kunjungan Anda.
Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat?

Mengetahui teknik pertolongan pertama dasar dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam situasi kritis sebelum bantuan medis profesional tiba. Ini adalah keterampilan vital dan mendasar yang berfungsi sebagai respons awal terhadap cedera, penyakit, dan keadaan darurat di mana intervensi medis tepat waktu tidak tersedia.

Memberikan pertolongan pertama yang tepat dapat membantu mencegah memburuknya cedera atau kondisi. Misalnya, menghentikan pendarahan, melumpuhkan patah tulang, atau membersihkan saluran udara dapat mencegah komplikasi.

Dalam situasi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung, penerapan tepat waktu teknik pertolongan pertama seperti resusitasi kardiopulmonari (CPR) / resusitasi jantung paru (RJP) dapat menyelamatkan nyawa.

Berikut adalah beberapa keadaan darurat medis umum dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu sambil menunggu kedatangan ambulans.

Tindakan Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar dan Melepuh

Apa yang dilakukan jika seseorang mengalami luka bakar?


Langkah 1: Segera lepaskan semua perhiasan atau pakaian ketat lainnya dengan hati-hati sebelum area yang terluka membengkak.

Langkah 2: Pegang area yang terkena di bawah air dingin yang mengalir selama 5 menit.

Langkah 3: Sebagai alternatif, luka dapat ditutup dengan kain kasa basah atau handuk selama minimal 30 menit.

Langkah 4: Untuk luka bakar dan luka bakar ringan, parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat diminum untuk menghilangkan rasa sakit.

Langkah 5: Pergi ke Kecelakaan & Gawat Darurat (A&E) di rumah sakit.

Tindakan pertolongan pertama untuk tersedak


Apa yang harus dilakukan jika seorang dewasa tersedak?

Langkah 1: Segera panggil ambulans.

Langkah 2: Dorong orang untuk batuk. Namun, jika tersedak parah, dia mungkin tidak dapat bernapas, berbicara, atau batuk dengan suara.

Langkah 3: Lakukan pukulan dada dengan berdiri di belakang orang. Condongkan tubuh orang ke depan sedikit dan berikan 5 pukulan ke punggung atas dengan tumit tangan.

Langkah 4: Jika orang masih tersedak, lakukan dorong perut (manuver Heimlich). Lingkarkan lengan Anda di pinggang, buat kepalan tangan dengan satu tangan dan posisikan tepat di atas umbilikus (pusar). Dengan tangan Anda yang lain, pegang kepalan tangan dan dorong ke dalam dan ke atas secara bersamaan.

Langkah 5: Lanjutkan langkah 3 dan 4 hingga tersedak mereda atau hingga ambulans tiba. Jika orang menjadi tidak responsif, mulai CPR / RJP.


Apa yang harus dilakukan jika seorang anak-anak di atas 1 tahun tersedak?

Langkah 1: Segera hubungi ambulans. Anak mungkin tidak dapat berbicara, bernapas, atau batuk dengan suara sambil memegangi leher atau dadanya.

Langkah 2: Lakukan 5 pukulan ke punggung dengan memukul punggung anak dengan kuat di antara tulang belikat sambil memegang kepala di posisi ke bawah.

Langkah 3: Jika anak masih tersedak, lakukan 5 dorongan perut (manuver Heimlich). Pegang anak di sekitar pinggang dan berikan dorongan ke dalam dan ke atas secara bersamaan, tepat di atas umbilikus (pusar).

Langkah 4: Lanjutkan langkah 2 dan 3 sampai sumbatan terlepas atau ambulan tiba. Jika anak menjadi tidak responsif, mulailah CPR / RJP.


Apa yang harus dilakukan jika seorang bayi di bawah 1 tahun tersedak?

Langkah 1: Segera panggil ambulans. Bayi mungkin tidak dapat menangis, bernapas, batuk, atau mengeluarkan suara apa pun.

Langkah 2: Lakukan 5 pukulan punggung dengan menahan bayi menghadap ke bawah di sepanjang paha Anda, pastikan kepalanya diposisikan lebih rendah dari pantatnya. Berikan pukulan kuat ke punggung mereka di antara tulang belikat menggunakan tumit tangan Anda.

Langkah 3: Jika bayi masih tersedak, lakukan 5 dorongan dada. Balikkan bayi sehingga mereka menghadap ke atas. Posisikan dua jari di tengah dadanya, tepat di bawah puting susu dan tekan ke bawah dengan kuat hingga 5 kali.

Langkah 4: Lanjutkan langkah 2 dan 3 sampai sumbatan terlepas atau ambulan tiba. Jika bayi menjadi tidak responsif, mulailah CPR / RJP.

Tindakan Pertolongan Pertama untuk Tenggelam

Apa yang harus dilakukan jika Anda menyaksikan seseorang tenggelam?

Langkah 1: Keluarkan korban dari air tanpa membahayakan diri sendiri.

Langkah 2: Periksa respons korban. Jika korban tidak bereaksi, berteriak minta tolong dan segera hubungi ambulans.

Langkah 3: Berikan napas bantuan jika korban tidak bernapas tetapi denyut nadi masih teraba. 1 napas setiap 6 detik atau 10 napas per menit. Periksa denyut nadi setiap 2 menit.

Langkah 4: Mulai resusitasi kardiopulmonari (CPR) / resusitasi jantung paru (RJP) jika tidak ada denyut nadi.

  • 30 kompresi : 2 napas buatan
  • Letakkan kedua tangan di bagian tengah dada, di antara kedua puting
  • 100-120 kompresi per menit
  • Kedalaman kompresi sekitar 5-6cm
  • Biarkan dada kembali sepenuhnya setiap kali selesai kompresi

Langkah 5: Lanjutkan CPR / RJP sampai bantuan darurat datang dan menangani korban atau sampai ada tanda-tanda kehidupan dan korban mulai bernapas normal.

Langkah 6: Tempatkan orang tersebut pada posisi pemulihan jika dia menjadi responsif dan bernapas dengan normal. Jaga agar korban tetap kering dan hangat jika memungkinkan.


Segera panggil bantuan darurat untuk kondisi-kondisi berikut ini:
  • Ketika anak yang tenggelam mengalami kesulitan bernapas atau berhenti bernapas akibat tenggelam atau terendam dalam cairan. Seorang anak dapat tenggelam dalam air setinggi 1 inci.
  • Ketika seorang anak mengalami kejadian nyaris tenggelam.

Tindakan Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Demam

Apa yang harus dilakukan jika seseorang demam?


Langkah 1 Buat orang itu nyaman. Usap tubuh dengan handuk basah untuk memungkinkan pembuangan panas.

Langkah 2: Periksa suhu tubuh pasien dengan termometer.

Langkah 3: Beri pasien cairan seperti air atau jus encer.

Langkah 4: Hubungi ambulans atau segera pergi ke Kecelakaan & Gawat Darurat (A&E) di rumah sakit jika pasien memiliki gejala berikut:
  • Suhu tubuh 40°C atau lebih
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala hebat
  • Batuk berdarah
  • Muntah atau sakit perut

Demam pada bayi dan balita

Demam pada bayi dan balita merupakan hal yang perlu diwaspadai. Segera panggil bantuan darurat jika anak:
  • Berusia kurang dari 3 bulan dan memiliki suhu rektal 38°C (100,4°F) atau lebih tinggi.
  • Berusia antara 3 dan 6 bulan dan memiliki suhu rektal di atas 38,9°C (102°F) atau memiliki suhu yang lebih rendah, tetapi tampak rewel, lesu, atau tidak nyaman.
  • Berusia antara 7 dan 24 bulan dan memiliki suhu rektal lebih tinggi dari 38,9°C (102°F) yang berlangsung lebih dari satu hari, tetapi tidak menunjukkan gejala lain. Jika anak Anda juga mengalami tanda dan gejala lain, seperti pilek, batuk, atau diare, Anda dapat menelepon lebih cepat.

Demam pada anak-anak (> 2 tahun)

Mungkin Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda mengalami demam, tetapi responsif. Ini berarti anak Anda melakukan kontak mata dengan Anda dan merespons ekspresi wajah serta suara Anda. Anak Anda mungkin juga akan minum cairan dan bermain.

Namun, bantuan darurat diperlukan jika anak Anda:
  • Lesu, bingung, atau memiliki kontak mata yang buruk dengan Anda.
  • Rewel, muntah berulang kali, sakit kepala parah, sakit tenggorokan, sakit perut, atau gejala lain yang menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Mengalami demam setelah ditinggalkan di dalam mobil yang panas. Segera cari pertolongan medis.
  • Mengalami demam yang berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Mengalami kejang karena demam. Hubungi 999 jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau anak Anda tidak pulih dengan cepat.

Mintalah panduan dari penyedia layanan kesehatan anak Anda pada situasi-situasi khusus, seperti anak yang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh atau memiliki penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Ingat: Jangan berikan aspirin kepada pasien yang berusia di bawah 16 tahun.

Serangan jantung vs Gagal jantung


Ketahui perbedaan untuk membantu seseorang dalam keadaan darurat

 

Serangan Jantung (Infark Miokard)

Gagal jantung

Arti

  • Ini adalah masalah “sirkulasi”.
  • Terjadi bila ada penyumbatan pada satu atau lebih arteri koroner yang memasok darah ke otot jantung.
  • Jika arteri yang tersumbat tidak segera dibuka kembali, bagian jantung yang menerima darah dari arteri tersebut mulai mati.
  • Jantung terus berdetak, dan orang tersebut mungkin tetap terjaga. Gejala berkembang secara bertahap.
  • Perhatian medis segera sangat penting.
  • Ini adalah masalah “kelistrikan”.
  • Terjadi ketika fungsi jantung tiba-tiba hilang dan jantung berhenti berdetak.
  • Dipicu oleh kerusakan listrik pada jantung, sehingga mengakibatkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Hal ini mencegah jantung mengalirkan darah secara efektif ke otak, paru-paru, dan organ lainnya. 
  • Dalam hitungan detik, orang tersebut menjadi tidak responsif dan berhenti bernapas.
  • Jika resusitasi kardiopulmonari (CPR) / resusitasi jantung paru (RJP) segera tidak dimulai, kematian dapat terjadi dengan cepat. 

Meskipun sebagian besar serangan jantung tidak menyebabkan gagal jantung, serangan jantung dapat menyebabkan gagal jantung.

Gejala

  • Ketidaknyamanan atau nyeri hebat di dada dan area tubuh bagian atas lainnya (bahu, lengan, leher, punggung, rahang, atau perut)
  • Napas pendek
  • Mual, muntah
  • Keringat dingin
  • Pusing 
  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Kehilangan kesadaran secara mendadak
  • Bernafas tidak normal

Apa yang bisa dilakukan

  1. Segera panggil ambulans.
  2. Minta orang tersebut untuk ambil obat serangan jantungnya sendiri jika ada.
  3. Pantau tingkat respons orang tersebut hingga ambulans tiba. 
  1. Segera panggil ambulans.
  2. Mulai CPR / RJP
  3. Dapatkan AED (Automated External Defibrillator) dan gunakan secepat mungkin. 
  4. Lanjutkan CPR / RJP hingga orang tersebut bernapas atau ambulans tiba.

Hubungi ambulans atau langsung menuju A&E di Rumah Sakit Pantai terdekat untuk perhatian medis segera. Ingat, setiap detik sangat berarti!

Tindakan Pertolongan Pertama untuk Keracunan

Apa yang harus dilakukan jika terjadi keracunan?


Langkah 1: Segera hubungi ambulans.


Langkah 2: Periksa tempat kejadian dan orangnya dan coba cari tahu racun apa yang diminum.


Langkah 3: Cari label pada wadah apa pun di dekat korban.


Langkah 4: Jangan memberi orang itu makan atau minum apa pun.


Langkah 5: Segera cuci tangan jika menyentuh korban atau wadah racun di sekitar untuk mengurangi risiko kontaminasi.

B.E.F.A.S.T untuk melihat stroke!


Bagaimana mengetahui seseorang terkena stroke. Perhatikan tanda-tanda dan gejala berikut.

Keseimbangan (Balance)

  1. Tiba-tiba kehilangan keseimbangan?
  2. Mengalami kesulitan berdiri atau berjalan?

Mata (Eyes)

  1. Perubahan pandangan?
  2. Punya pandangan kabur?

Wajah (Face)

  1. Apakah terlihat asimestris?
  2. Apakah salah satu sisi wajah terlihat jatuh?
  3. Bisakah orang itu tersenyum?

Lengan (Arm)

  1. Kelemahan tiba-tiba atau mati rasa pada salah satu atau kedua lengan?
  2. Bisakah orang itu mengangkat kedua tangannya?

Berbicara (Speech)

  1. Mengalami kesulitan berbicara?
  2. Apakah ucapannya tidak jelas atau sulit dimengerti?
  3. Minta orang itu untuk mengulang setelah Anda.

Waktu (Time)

  1. Waktu sangat penting untuk manajemen stroke. Perawatan dini secara signifikan meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Hubungi ambulans atau langsung menuju A&E di Rumah Sakit Pantai terdekat untuk perhatian medis segera. Ingat, setiap detik sangat berarti!

Tanda dan gejala utama yang harus Anda ketahui
logo

Anafilaksis
(reaksi alergi serius)

logo

Serangan asma

logo

Pendarahan gastrointestinal (GI) bagian atas

Loading...
Thank you for your patience
Click to know more!