05-HealthPulse-Symptoms of Melioidosis 05-HealthPulse-Symptoms of Melioidosis

Gejala Melioidosis

22 Agustus 2025 · 5 mins read

Topics





Gejala melioidosis dapat muncul secara intens dan tiba-tiba. Ketahui tanda peringatannya, mulai dari demam hingga nyeri dada, dan kapan harus mencari bantuan medis darurat. Buat janji temu sekarang.

Apa itu Melioidosis?

Melioidosis adalah infeksi bakteri yang serius, yang disebabkan oleh Burkholderia pseudomallei, bakteri yang umum ditemukan di tanah lembap dan air di wilayah tropis dan sub-tropis, terutama di Asia Tenggara dan Australia bagian utara. Melioidosis menyerang manusia dan hewan, dan umumnya ditularkan lewat kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi, menghirup partikel debu, atau meminum air terkontaminasi. 

Bakteri ini umumnya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau lecet, sehingga membuat individu yang bekerja dekat dengan tanah atau air, seperti petani atau pekerja konstruksi, lebih rentan terhadap infeksi. Titik panas melioidosis secara geografis meliputi Malaysia, Thailand, Singapura, dan sebagian Australia bagian utara. Namun, perjalanan lintasnegara dan perubahan iklim membuat kasus infeksi ini ditemukan di tempat lain.



Apa saja Gejala Melioidosis?

Gejala Umum dan Sistemik

Melioidosis sering kali diawali dengan gejala non-spesifik, yang menyerupai gejala flu. Demam biasanya menjadi gejala pertama yang muncul dan tak kunjung reda, sering disertai menggigil dan berkeringat. Pasien juga dapat merasa sakit kepala, nyeri otot di seluruh badan, dan penurunan berat badan, terutama pada kasus kronis dan yang sudah menyebar. Gejala ini mengindikasikan respon sistemik tubuh terhadap infeksi, dan bisa menjadi satu-satunya gejala di tahap awal melioidosis.

Gejala Terkait Pernapasan dan Dada

Saat infeksi menyerang paru-paru, gejala dapat meliputi batuk yang tak kunjung reda, dan mengeluarkan dahak atau darah, disertai dengan kesulitan pernapasan, seperti sesak napas atau napas berat. Nyeri dada, sering kali terkait dengan pleura, juga dapat muncul. Gejala ini umum ditemukan pada melioidosis pulmonal, dan dapat bervariasi mulai dari gejala yang ringa hingga pneumonia yang membahayakan nyawa. Infeksi di paru-paru ini bersifat lebih parah terutama pada individu yang sudah menderita gangguan pernapasan, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala Terkait Kulit dan Jaringan Lunak

Melioidosis umumnya masuk ke tubuh melalui luka atau lecet, sehingga menyebabkan infeksi terlokalisasi. Luka terbuka dapat muncul di kulit tempat bakteri masuk, terkadang mengeluarkan nanah. Gejala sederhana ini dapat menjadi tanda awal terjadinya infeksi sistemik yang lebih parah. Abses terlokalisasi yang muncul di bawah lapisan kulit atau jaringan lunak juga umum ditemui, terutama pada individu yang sering terpapar tanah atau genangan air di wilayah endemik.

Gejala Neurologi dan Kognitif

Pada kasus yang parah, melioidosis dapat menyebar ke sistem saraf pusat. Hal ini menyebabkan kebingungan, disorientasi, bahkan kejang jika infeksi mencapai otak. Gejala neurologi ini lebih umum diasosiasikan dengan infeksi di aliran darah, atau ketika bakteri menyebar ke beberapa organ dalam, termasuk otak. Manifestasi gejala ini mengindikasikan kebutuhan untuk segera mendapat bantuan medis.

Gejala Terkait Sistem Urogenital, Muskuloskeletal, dan Infeksi yang Menyebar 

Melioidosis dapat menyerang berbagai sistem organ tubuh. Nyeri sendi atau pembengkakan dapat terjadi ketika infeksi menyebar ke tulang atau sendi, yang gejalanya menyerupai kondisi seperti artritis. Beberapa pasien pria dapat mengalami kesulitan buang air kecil, yang dapat mengindikasikan infeksi yang menyebar hingga saluran kemih. Nyeri perut atau dada juga dapat muncul akibat abses internal. Pada melioidosis yang sudah menyebar, infeksi akan menyerang beberapa organ tubuh, sehingga mengharuskan durasi perawatan yang lebih lama, serta pemantauan kondisi secara ketat.



Bagaimana Pengobatan Melioidosis?

Pengobatan melioidosis bersifat agresif, dan melibatkan kombinasi infus dan antibiotik oral. Penundaan penanganan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Ceftazidime

Sering kali digunakan sebagai pengobatan pertama untuk melioidosis yang parah.

Carbapenems

Obat-obatan seperti meropenem dan imipenem adalah alternatif yang digunakan untuk infeksi yang lebih parah, atau lebih sulit ditangani.

Trimethoprim-Sulfamethoxazole (TMP-SMX)

Antibiotik oral yang lebih sering digunakan pada fase kedua pengobatan.

Doxycycline

Opsi kedua bagi pasien yang tidak dapat menjalani pengobatan TMP-SMX.

Amoxicillin-Clavulanic Acid (Co-Amoxiclav)

Umumnya digunakan pada anak-anak dan ibu hamil sebagai alternatif obat yang lebih aman.



Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs) tentang Melioidosis

1. Apakah melioidosis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain?

Tidak, melioidosis umumnya tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain. Infeksi ini menyebar melalui paparan lingkungan.

2. Bagaimana cara mendiagnosis melioidosis?

Diagnosis ini membutuhkan tes laboratorium khusus, seperti kultur darah atau biopsi jaringan. Karena gejalanya yang bervariasi, diagnosis yang akurat sangat penting.

3. Apakah melioidosis bisa berakibat fatal?

Ya, jika tidak ditangani atau telat mendapat diagnosis, melioidosis dapat menyebabkan kematian. Penanganan dini akan meningkatkan hasil perawatan secara signifikan.

4. Siapa yang paling berisiko terkena melioidosis?

Pasien diabetes, penyakit ginjal, atau pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, juga individu yang sering terpapar tanah dan air di wilayah endemik.

5. Bagaimana cara mencegah melioidosis?

Gunakan baju pelindung, hindari air yang berlumpur, dan pastikan air minum bersih jika berada di wilayah endemik.



Buat Janji Temu di Rumah Sakit Pantai

Melioidosis adalah infeksi yang sering kali terlupakan, namun berpotensi berakibat fatal. Gejalanya yang bervariasi membuatnya sulit terdeteksi tanpa penilaian dari ahli medis. Mulai dari infeksi kulit hingga septikemia yang membahayakan nyawa, penyakit ini dapat berkembang dengan cepat jika tidak ditangani dengan benar.

Jangan tunda lagi—buat janji temu sekarang, dan awali perjalanan Anda untuk meraih kesehatan yang lebih baik. Tim kami siap mendukung setiap langkah Anda. Anda juga dapat membuat janji temu melalui situs web kami, atau unduh aplikasi MyHealth360 di Google Play Store atau Apple App Store.

Pantai Hospital telah mendapatkan akreditasi dari Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.

Click to know more!
aad blue heart