02-High-Risk Groups for Influenza 02-High-Risk Groups for Influenza
Asuhan Pencegahan
Penyakit Menular

Apa itu Influenza?

08 Juli 2025 · mins read

Topics





Pelajari kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi flu berat, seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Buat janji temu sekarang.

Influenza, atau yang lebih dikenal dengan flu, adalah infeksi virus yang utamanya menyerang sistem pencernaan. Tidak seperti pilek biasa, influeza dapat menyebabkan sakit dan komplikasi yang lebih parah, dan kadang mengharuskan rawat inap, bahkan kematian pada kasus yang lebih ekstrem. Flu disebabkan virus influenza, yang dapat dikategorikan dalam beberapa tipe. Influenza A dan B adalah dua jenis flu yang paling umum ditemukan saat musim flu. Virus ini menyebar dengan mudah melalui droplet di udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersih, atau berbicara.

Apa Saja Gejala Influenza?

Gejala Flu:

Flu dapat menyebabkan gejala yang bervariasi mulai dari ringan hingga parah, termasuk:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Pemulihan: 

Sebagian besar orang yang sehat akan pulih dalam satu hingga dua minggu.

  • Kelompok Berisiko Tinggi: Beberapa orang lebih rentan mengalami komplikasi lebih serius, seperti pneumonia atau bronkitis. Penting untuk melindungi kelompok ini untuk mencegah mereka terjangkit flu, dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terjangkit Influenza?

Influenza lebih berisiko menyerang kelompok tertentu karena faktor fisiologis dan kondisi kesehatannya. Mengenali risiko ini penting untuk mencegah komplikasi serius dan melindungi kesehatan publik. Di bawah ini kami akan membahas populasi rentan dan langkah pencegahan khusus yang dibutuhkan untuk melindungi mereka.

Anak-anak

Anak-anak, terutama balita, memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terkena influenza, sehingga membuat mereka lebih mudah mengalami gejala flu atau komplikasi lain. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak-anak berusia di bawah 2 tahun berisiko lebih tinggi untuk menjalani rawat inap akibat masalah terkait flu, seperti pneumonia. Risiko ini bahkan lebih tinggi pada anak-anak yang mengidap kondisi kesehatan tertentu, seperti asma atau penyakit jantung.

Langkah Pencegahan:

  • Vaksin flu tahunan sangat disarankan untuk anak-anak.
  • Orang tua harus mengajak anak untuk mencuci tangan secara berkala dan menjaga kebersihan untuk menghindari paparan virus

Lansia

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga mengurangi kemampuan melawan infeksi seperti influenza. Lansia berusia 65 tahun ke atas berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi flu yang parah, termasuk pneumonia, akibat kombinasi faktor kekebalan tubuh yang melemah dan kondisi kesehatan yang diderita, seperti penyakit jantung, diabetes, atau penyakit paru-paru kronis.

Langkah Pencegahan:

  • Disarankan untuk menjalani vaksin flu, terutama dosis tinggi yang dikhususkan untuk lansia.
  • Tetap waspada dan menjaga kondisi kesehatan dapat membantu mengurangi komplikasi.

Ibu Hamil

Saat kehamilan, perubahan fisiologis seperti detak jantung yang lebih cepat dan berkurangnya kapasitas paru-paru membuat tubuh ibu hamil lebih sulit melawan infeksi. Ibu hamil lebih rentan mengalami komplikasi serius akibat flu, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Untungnya, vaksin flu dapat melindungi ibu dan bayi, karena antibodi dapat berpindah melalui plasenta.

Langkah Pencegahan:

  • Ibu hamil sebaiknya mendapat vaksin flu sebagai langkah pencegahan utama saat musim flu.
  • Rutin melakukan pemeriksaan pranatal serta mendiskusikan langkah pencegahan flu dengan tenaga kesehatan juga langkah yang penting.

Penderita Kondisi Kesehatan Kronis

Orang-orang dengan penyakit kronis seperti asma, PPOK, diabetes, atau penyakit kardiovaskular memiliki risiko lebih tinggi akibat influenza. Flu dapat memperparah kondisi tersebut, sehingga menyebabkan komplikasi serius dan waktu pemulihan lebih lama.

Langkah Pencegahan:

  • Vaksin flu tahunan adalah langkah perlindungan yang penting.
  • Pasien sebaiknya bekerja sama dengan tenaga kesehatan mereka untuk memonitor dan menangani kondisi mereka.

Individu dengan Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Untuk individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah—seperti pasien kemoterapi, penerima transplantasi organ, atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA)—flu dapat menimbulkan penyakit parah dan berkepanjangan. Individu ini juga berisiko tinggi terkena infeksi sekunder.

Langkah Pencegahan:

  • Vaksinasi, seperti yang disarankan oleh tenaga kesehatan, adalah langkah perlindungan utama.
  • Langkah pencegahan lain, seperti menghindari kerumunan saat musim flu, juga dapat membantu mengurangi paparan terhadap risiko infeksi.

Apa Saja Strategi Pencegahan Flu?

Vaksin Flu Tahunan 

Vaksin flu masih menjadi cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus. Vaksinasi disarankan untuk semua kalangan, terutama untuk kelompok berisiko tinggi.

Menjaga Kebersihan 

Mengajak cuci tangan secara berkala, menutup mulut saat batuk dan bersin, serta menghindari kontak dengan individu yang sakit.

Beristirahat di Rumah Ketika Sakit 

Individu yang mengalami gejala mirip flu sebaiknya beristirahat di rumah untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Gaya Hidup Sehat 

Mengonsumsi diet sehat, berolahraga rutin, dan tidur yang cukup membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Itu adalah beberapa langkah efektif yang dapat mencegah Anda terjangkit influenza atau menyebarkan virus kepada kelompok berisiko.

Buat Janji Temu di Pantai Hospitals

Jika Anda menduga Anda mengalami gejala HMPV, penting untuk segera mencari bantuan medis untuk mencegah komplikasi. Buat janji temu di situs web kami sekarang untuk mendapatkan perawatan yang dipersonalisasi dan rencana pengobatan yang disesuaikan dengan Anda, atau Anda juga dapat mengunduh aplikasi MyHealth360 di Google Play Store atau Apple App Store.

Pantai Hospitals telah terakreditasi oleh Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Jangan biarkan kondisi Anda memburuk.

Artikel yang Disarankan

Click to know more!
aad blue heart