Kanker Payudara

Published On: 28/10/2025

Apa itu kanker payudara?

Kanker payudara adalah jenis kanker yang bermula dari jaringan payudara dan dapat terjadi pada salah satu maupun kedua payudara. Penyakit ini lebih sering dialami oleh perempuan, tetapi laki-laki juga berisiko terkena kanker payudara, dengan sekitar 0,5-1% kasus terjadi pada laki-laki.

Dalam menentukan penanganan yang sesuai, dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Stadium dan tingkat keparahan kanker
  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Status menopause
  • Pilihan dan kebutuhan pribadi pasien

Gejala dan Tanda Kanker Payudara

  • Benjolan atau pembengkakan pada payudara atau ketiak.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Kulit payudara tampak berkerut atau cekung.
  • Puting tertarik ke dalam atau mengalami perubahan bentuk.
  • Keluar cairan dari puting (selain ASI).
  • Nyeri yang terus-menerus pada payudara atau ketiak.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak atau sekitar tulang selangka.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Payudara

  • Jenis kelamin: Kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
  • Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker payudara.
  • Faktor genetik: Memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.
  • Riwayat pribadi: Pernah memiliki benjolan pada payudara atau pernah mengalami kanker payudara sebelumnya.
  • Riwayat kehamilan: Tidak pernah hamil atau melahirkan anak pertama pada usia yang lebih tua.
  • Terapi hormon: Menggunakan terapi penggantian hormon
  • Gaya hidup: Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.
  • Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Paparan radiasi: Pernah menjalani terapi radiasi atau radioterapi.
  • Menstruasi dan menopause Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun atau menopause setelah usia 55 tahun.
  • Berat badan: Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Cara Mendeteksi Kanker Payudara

Pemeriksaan payudara sendiri secara berkala sangat penting karena dapat membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mengurangi risiko komplikasi. Berikut langkah-langkah sederhana untuk mengenali gejala kanker payudara:

Pemeriksaan Visual Payudara

Berdirilah di depan cermin tanpa mengenakan pakaian bagian atas.

  1. Perhatikan ukuran, bentuk, warna, dan keseimbangan payudara Anda dengan tangan di samping tubuh. Kenali kondisi normal payudara Anda.
  2. Angkat tangan di atas kepala. Perhatikan apakah terdapat pembengkakan, lekukan, atau perubahan pada kulit payudara.
  3. Periksa puting untuk melihat perubahan posisi, bentuk, atau keluarnya cairan.
  4. Ulangi pemeriksaan visual dengan dua posisi berikut: tangan diangkat ke atas (telapak tangan saling menempel) dan tangan menekan pinggul.

Pemeriksaan dengan Tangan (Posisi Berdiri)

Sentuh payudara dengan menggunakan tiga jari untuk pemeriksaan.

  1. Gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri, dan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Periksa satu payudara terlebih dahulu.
  2. Tekan seluruh area payudara dengan tekanan ringan, sedang, dan kuat.
  3. Lakukan gerakan memutar atau gerakan segitiga, mulai dari bagian luar menuju puting.
  4. Rasakan apakah ada perubahan yang tidak biasa, area menebal, atau benjolan.
  5. Tekan perlahan setiap puting untuk memeriksa apakah ada cairan abnormal.
  6. Periksa area ketiak untuk mengetahui adanya benjolan atau pembengkakan.
  7. Ulangi langkah yang sama pada payudara sebelah lainnya.

Pemeriksaan dengan Tangan (Posisi Berbaring)

Pemeriksaan ini biasanya lebih mudah dilakukan pada payudara berukuran besar karena jaringan payudara akan menyebar lebih rata.

  1. Letakkan bantal di bawah bahu kanan lalu posisikan tangan dan lengan kanan di belakang kepala.
  2. Gunakan jari tangan kiri untuk menekan dan memeriksa seluruh payudara kanan.
  3. Rasakan apakah terdapat perubahan seperti benjolan atau pembengkakan.
  4. Tekan puting secara perlahan untuk memeriksa adanya cairan abnormal.
  5. Periksa area ketiak untuk mendeteksi benjolan.
  6. Pindahkan bantal ke bawah bahu kiri dan ulangi langkah yang sama pada payudara kiri.

Kapan Operasi Kanker Payudara Diperlukan?

Operasi umumnya menjadi penanganan utama untuk Kanker Payudara. Jenis tindakan operasi akan ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker yang dialami pasien. Setelah operasi, pasien mungkin memerlukan terapi tambahan seperti kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, atau terapi target untuk membantu mengurangi risiko kanker kembali muncul.


Jenis-Jenis Operasi Kanker Payudara

  1. Mastektomi – Prosedur pengangkatan keseluruhan dari salah satu atau kedua payudara. Dalam beberapa kasus, jaringan di sekitar payudara juga dapat diangkat sesuai kondisi medis pasien.
  2. Lumpektomi (bedah konservasi payudara) – Prosedur pengangkatan tumor beserta sebagian kecil jaringan di sekitarnya. Tindakan ini umumnya dilakukan pada kanker payudara stadium awal.
  3. Operasi Rekonstruksi Payudara – Dilakukan setelah mastektomi untuk membantu mengembalikan bentuk payudara. Rekonstruksi dapat menggunakan implan, jaringan tubuh pasien sendiri, atau kombinasi dari keduanya.

Berapa Lama Operasi Berlangsung?

Durasi operasi bergantung pada jenis prosedur dan tingkat keparahan kanker. Secara umum, operasi dapat berlangsung mulai dari satu hingga beberapa jam.


Risiko dan komplikasi

Seperti prosedur bedah lainnya, operasi kanker payudara juga memiliki risiko komplikasi, antara lain:

  • Komplikasi umum: perdarahan, infeksi, pembengkakan, memar, jaringan parut, seroma (penumpukan cairan), atau penggumpalan darah.
  • Komplikasi khusus pascaoperasi payudara: kekakuan pada bahu, kelemahan lengan, serta cording (sindrom jaringan ketiak) setelah operasi kelenjar getah bening.

Persiapan Sebelum Operasi

Sebelum menjalani operasi, pasien biasanya akan berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan penanganan yang paling sesuai. Beberapa persiapan yang disarankan meliputi:

  • Berhenti merokok untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.
  • Menjaga berat badan tetap ideal dan sehat.
  • Tetap beraktivitas fisik untuk membantu memperkuat otot sebelum operasi.

Proses pemulihan

  • Sebagian besar pasien boleh pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya setelah operasi, kecuali jika menjalani rekonstruksi payudara yang mungkin memerlukan rawat inap selama 2–7 hari.
  • Pasien dapat mengalami nyeri serta keterbatasan gerak pada area dada dan lengan selama sekitar 2–3 minggu.
  • Rasa lelah dapat berlangsung selama beberapa minggu, tetapi kebanyakan pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal dalam waktu sekitar satu bulan.

Buat Janji Temu di Hospital Pantai Penang

Kanker payudara dapat ditangani melalui operasi dan program pemulihan yang terencana dengan dukungan tim medis berpengalaman untuk membantu pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Jika Anda mencari layanan penanganan kanker yang komprehensif, Hospital Pantai Penang merupakan pilihan yang tepat. Tim spesialis onkologi kami berkomitmen memberikan perawatan terbaik dengan penuh kepedulian dan empati. Jadwalkan konsultasi Anda hari ini untuk memperoleh penanganan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.


Loading...
Thank you for your patience