04-Pantai-Long COVID Post-COVID symptoms image

Long COVID: Gejala Pasca-COVID

Apa itu Covid-19?

COVID-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, adalah penyakit menular yang utamanya menyerang sistem pernapasan. Meskipun sebagian besar orang mengalami gejala ringan hingga sedang, lalu pulih tanpa perawatan khusus, beberapa individu, terutama lansia dan penderita kondisi tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan, dapat jatuh sakit parah akibat COVID-19. Siapa pun, terlepas dari usianya, dapat terkena virus ini dan mengalami risiko kesehatan yang serius. Untuk mencegah penularan, penting untuk tetap mengetahui tentang virus ini dan bagaimana cara virus tersebut menyebar.

Apakah Gejala Post-COVID yang Paling Umum?

Long COVID, atau kondisi pasca-COVID, meliputi gejala yang terus berlangsung beberapa minggu, bahkan bulan, setelah pulih dari infeksi pertama. Tingkat keparahan dan durasi munculnya gejala ini dapat bervariasi.

Gejala-gejala umumnya meliputi:

  • Kelelahan yang ekstrem (dan tidak pulih setelah beristirahat).
  • Napas pendek atau sesak napas.
  • "Brain fog" (masalah memori dan konsentrasi).
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Palpitasi jantung atau detak jantung tidak teratur.

Gejala-gejala ini dapat berlangsung hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Meskipun mereka yang mengalami infeksi COVID-19 yang serius berisiko lebih tinggi terkena Long COVID, orang-orang yang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala (asimtomatik) juga dapat terkena Long COVID. Peneliti meyakini bahwa ini dapat terjadi karena partikel virus yang tertinggal di tubuh, respon sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, atau faktor lain yang belum diketahui.

Mengapa Beberapa Individu Mengalami Gejala yang Tak Kunjung Hilang Setelah Pemulihan COVID-19?

Tidak semua yang pulih dari COVID-19 mengalami gejala yang tak kunjung hilang, namun beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjangkit Long COVID:

Kelompok berisiko tinggi:

  • Individu yang menderita infeksi COVID-19 yang parah, terutama sampai menjalani rawat inap.
  • Individu yang menderita kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, obesitas, atau tekanan darah tinggi.
  • Secara statistik, lansia dan wanita lebih rentan terkena Long COVID.

Kemungkinan penyebab:

  • Respon sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat.
  • Sisa virus: Partikel virus dapat tertinggal dalam tubuh, sehingga gejala tak kunjung hilang.
  • Peradangan kronis: Respon peradangan tubuh yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek jangka panjang.

Meskipun banyak orang yang pulih sepenuhnya dari COVID-19, beberapa orang mengalami gejala yang tak kunjung hilang, yang dikenal dengan Long COVID. Faktor yang meningkatkan risiko Long COVID meliputi infeksi awal yang parah, kondisi tertentu yang diderita seperti diabetes dan obesitas, serta usia lanjut atau jenis kelamin wanita. Kemungkinan penyebab Long COVID meliputi sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dan menyerang jaringan tubuh yang sehat, partikel virus yang tertinggal, serta respon peradangan kronis dalam tubuh.

Bagaimana Mengatasi Gejala Long COVID?

Menangani dan mengobati gejala Long COVID membutuhkan pendekatan yang dipersonalisasi dan memperhitungkan berbagai aspek. Walaupun tidak ada solusi yang cocok untuk semua, tenaga kesehatan profesional dan pasien dapat berfokus pada strategi berikut:

Pengobatan Khusus Gejala: 

  • Obat-obatan untuk gejala tertentu seperti sesak napas, nyeri, atau gangguan tidur.
  • Latihan napas untuk meningkatkan fungsi paru-paru dan menangani gejala kelelahan.

Program Rehabilitasi:

  • Terapi fisik untuk mengembalikan kekuatan dan stamina tubuh.
  • Olahraga rutin secara bertahap sesuai kemampuan individu untuk mencegah memforsir diri.

Kesehatan Mental dan Dukungan Kognitif:

  • Konseling atau terapi untuk mengatasi kecemasan, depresi, dan stres pascatrauma.
  • Latihan kognitif dan memori untuk mengatasi "brain fog."

Perubahan Gaya Hidup:

  • Mengutamakan istirahat dan mengatur tingkat aktivitas untuk memastikan gejala tidak memburuk.
  • Diet seimbang yang kaya makanan antiinflamasi untuk membantu proses pemulihan.

Perawatan Holistik dan Multidisiplin:

  • Bekerja sama dengan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis jantung, paru, dan saraf, memastikan perawatan yang komprehensif.
  • Klinik Long COVID yang menawarkan program khusus kini mulai banyak tersedia.

Buat Janji Temu di Pantai Hospitals

Long COVID dapat secara signifikan mengganggu keseharian Anda, namun memahami gejala, penyebab, dan opsi pengobatan adalah langkah pertama menuju pemulihan. Dengan mengatasi gejala dengan metode yang dipersonalisasi dan pendekatan multidisiplin, pasien dapat mengembalikan kualitas hidupnya. Intervensi dini dan penanganan yang konsisten adalah kunci menghadapi kompleksitas Long COVID dengan efektif.

Jika Anda menderita gejala yang tak kunjung sembuh setelah pulih dari COVID-19, penting untuk mencari bantuan medis dari tenaga profesional. Pantai Hospitals menawarkan program pengobatan Long COVID yang komprehensif, yang dilakukan oleh dokter spesialis, termasuk dokter spesialis paru, jantung, dan terapi rehabilitasi. Dengan fasilitas tercanggih dan pendekatan yang berorientasi terhadap pasien, Pantai Hospitals akan memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda dapat membuat janji temu lewat situs web kami, atau mengunduh aplikasi MyHealth360 di Google Play Store atau Apple App Store.

Pantai Hospitals telah terakreditasi oleh Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) atas komitmennya terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.

Loading...
Thank you for your patience
Click to know more!
aad blue heart