Artikel ini ditulis oleh Brigjen (Purn.) Datuk Dr. Muhammad Fuad B. Daud, Konsultan Bedah Ortopedi (Artroskopi & Bedah Olahraga) di Pantai Hospital Melaka. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai lokasi dan jadwal praktik Dr. Muhammad Fuad B. Daud di kliniknya, klik di sini.
Frozen shoulder, yang juga dikenal sebagai Adhesive Capsulitis, adalah kondisi yang memengaruhi sendi bahu, menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan rentang gerak. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti meraih benda, berpakaian, atau bahkan menyisir rambut. Para peneliti belum sepenuhnya memahami penyebab pasti frozen shoulder. Namun, beberapa faktor diketahui berkontribusi terhadap perkembangannya. Untuk membantu memahami seluruh dampak dan pengobatan menyeluruh frozen shoulder, artikel ini memaparkan gambaran umum yang detail mengenai kondisi tersebut, penyebab, gejala, diagnosis, serta opsi pengobatannya.
Frozen shoulder adalah kondisi di mana terjadi peradangan, penebalan, dan kekakuan pada kapsul yang mengelilingi sendi bahu. Kapsul ini merupakan jaringan ikat yang memungkinkan pergerakan bebas sekaligus menjaga posisi sendi bahu. Pada frozen shoulder, terjadi peradangan pada kapsul sendi yang menyebabkan terbentuknya jaringan parut (scar tissue). Jaringan parut inilah yang membatasi pergerakan bahu orang yang terkena.
Sendi bahu sendiri merupakan sendi bola dan soket (ball-and-socket joint), di mana ujung tulang lengan atas (humerus) masuk ke dalam rongga pada tulang belikat (skapula). Sendi ini dikelilingi kapsul jaringan lunak yang memungkinkan bahu melakukan gerakan berputar dan bergerak ke berbagai arah. Ketika kapsul mengalami peradangan dan penebalan, rentang gerak menjadi terbatas dan sering kali menimbulkan nyeri saat melakukan gerakan tertentu.
Penyebab pasti frozen shoulder belum diketahui secara jelas, namun beberapa faktor diyakini memiliki peran dalam perkembangannya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada individu berusia 40–60 tahun, dan lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Dalam beberapa kasus, frozen shoulder muncul tanpa penyebab yang jelas (idiopatik), sementara pada kasus lain dapat terjadi akibat cedera atau kondisi penyerta tertentu.
Dalam banyak kasus, frozen shoulder terjadi tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini dikenal sebagai adhesive capsulitis primer atau idiopatik. Kondisi ini cenderung berkembang secara bertahap, tanpa adanya cedera atau trauma sebelumnya pada bahu. Mekanisme pasti di balik frozen shoulder jenis ini belum jelas, tetapi diperkirakan peradangan pada kapsul menyebabkan penebalan dan kontraksi jaringan lunak.
Frozen shoulder jenis ini terjadi akibat kondisi medis atau cedera lain. Beberapa penyebab umum antara lain:
Frozen shoulder biasanya berlangsung melalui tiga tahap yang berbeda: freezing, frozen, dan thawing. Setiap tahap ditandai dengan gejala yang berbeda-beda, dan kondisi ini dapat berlangsung mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Memahami gejala pada setiap tahap dapat membantu seseorang mencari pengobatan yang tepat dan mengelola kondisinya secara efektif.
Ini adalah tahap awal frozen shoulder dan ditandai dengan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang muncul secara bertahap pada bahu. Biasanya diawali dengan rasa nyeri yang tumpul dan semakin memburuk seiring waktu, terutama saat bergerak. Orang yang mengalami tahap ini umumnya mengalami kesulitan tidur, karena rasa nyerinya sering kali semakin parah pada malam hari. Freezing stage bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, dengan rasa sakit yang semakin terasa.
Selama frozen stage, rasa nyeri mungkin sedikit mereda, tetapi kekakuan semakin parah. Sendi bahu menjadi jauh lebih kaku dan rentang gerak bahu menjadi sangat terbatas. Aktivitas sederhana seperti mengangkat lengan, menjangkau ke atas kepala, atau bahkan menyisir rambut bisa menjadi sangat sulit. Tahap ini dapat berlangsung selama 4–6 bulan atau lebih.
Pada thawing stage, kekakuan mulai berkurang dan rentang gerak bahu mulai membaik. Namun, pemulihannya berlangsung secara bertahap dan mungkin diperlukan waktu beberapa bulan agar kemampuan gerak kembali pulih sepenuhnya. Tahap ini bisa berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan rencana pengobatan yang digunakan.
Selain rasa nyeri dan kekakuan, penderita frozen shoulder mungkin juga mengalami penurunan kemampuan menggerakkan bahu yang nyata. Berkurangnya rentang gerak dapat menyulitkan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menjangkau bagian belakang punggung, mengangkat benda, berolahraga, atau melakukan latihan fisik.
Frozen shoulder biasanya didiagnosis melalui kombinasi antara riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan pencitraan. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menilai rentang gerak bahu dan menekan area-area tertentu untuk memeriksa adanya rasa sakit dan nyeri tekan. Dokter mungkin juga meminta pasien untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu guna mengetahui tingkat kekakuan dan rasa nyeri.
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa, seperti artritis (radang sendi) atau cedera rotator cuff. Tes diagnostik umumnya meliputi:
Penyedia layanan kesehatan menggunakan berbagai metode untuk mendiagnosis frozen shoulder secara efektif.
Pengobatan frozen shoulder bergantung pada tingkat keparahan gejala dan tahapan kondisi. Dalam kebanyakan kasus, perawatan non-bedah efektif untuk meredakan nyeri dan memulihkan kemampuan gerak. Namun, pada kasus yang parah, intervensi bedah mungkin diperlukan. Di bawah ini adalah opsi pengobatan paling umum untuk frozen shoulder:
Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah frozen shoulder, ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko mengalami kondisi tersebut:
Frozen shoulder adalah kondisi yang menyakitkan dan dapat sangat mengganggu, yang berdampak besar terhadap kualitas hidup seseorang. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui; peradangan, cedera, dan kondisi medis tertentu diyakini memiliki peran dalam perkembangannya. Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan mempercepat pemulihan. Dengan rencana pengobatan yang komprehensif, meliputi fisioterapi, manajemen nyeri, dan dalam beberapa kasus, tindakan operasi, sebagian besar penderita frozen shoulder dapat pulih sepenuhnya. Jika Anda mengalami nyeri atau kekakuan pada bahu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk menentukan langkah terbaik apa yang harus diambil.